Sabtu, 28 Januari 2017

Renungan Untuk Kaum Wanita Zaman Sekarang, Maaf Kalau Tersinggung, Cuma mengingatkan

Renungan Untuk Kaum Wanita Zaman Sekarang, Maaf Kalau Tersinggung, Cuma mengingatkan 

 

 - Di bawah ini adalah sebuah renungan yang sangat bagus khususnya untuk kaum wanita. Silahkan baca baik-baik, dan maaf kalau ini membuat anda merasa tersinggung.

Ma’af Kalau Tersinggung, cuma mengingatkan.

TAK TAU MALU
Itulah fenomena tanda tanda akhir zaman yang makin nyata sekarang ini
Tak ada rasa malu, tak ada rasa berdosa.
Semuanya berjalan nampak biasa saja.
Mengaku Islam agamanya.
Mengaku Allah adalah tuhannya.
Mengaku Al-Qur’an pedoman hidupnya.
Mengaku Muhammad adalah nabinya.

Tapi sayang pengakuan imannya hanya berhenti di lisan semata. Tak sampai pada dinding hatinya terlebih ruang hati terdalam. Tak nampak dari perbuatannya yang ada justru prilaku seperti tak ber-Tuhan.

Miris melihat insan bernama wanita. Berjalan berlenggok dengan aurat terbuka. Cengar – cengir mempertontonkan tubuh mengundang syahwat durjana. Mengadu tubuh seksi antara satu dan lainnya.

Semakin kecil pakaian semakin seksi katanya semakin sempit semakin aduhai katanya semakin ketat semakin sempurna katanya Bangga sama tubuhnya tapi dikufuri dengan mengumbarnya kemana-mana. Dinasehati malah nyinyir “jangan sok suci”. Pakaian tak masalah katanya yang penting hati..

Katanya mau ke Syurga tapi merasa benar sendiri.. padahal, di syurga tak ada wanita seperti ini. Boro-boro ke syurga, mencium wanginya saja tak bisa dinikmati. Ada juga wanita dengan kerudung modis Kerudung berjambul kayak punuk onta. Sadis!

Berkerudung Sesuai syariat katanya, bikin miris Jilbab panjang dikatakan kuno gak necis. Begini, Jilbab sesuai tuntunan jaman.

Tragis! Beribadah itu butuh ilmu Gak asal pake dengan tafsir sendiri Dikasih tau sama yang faham, belagu Tetap pilih punuk onta katanya biar percaya diri Begitulah fenomena jaman sekarang Iman tergerus dengan barang dagangan Yang penting keren ikut ke barat-baratan Udah lupa ama perintah Tuhan.

Maksiat terbentang jadi biasa Yang nentang malah dibilang Islam-Islaman Dituduh Islam Aliran Begitulah, Yang salah dibenarkan Yang benar disalahkan

Namun tak sedikit yang tetap bertahan Pada ajaran yang tertuang dalam Al-qur’an Berpakaian iman, berjilbab panjang Meski kadang datang cibiran “ih, itu Islam apaan??” “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat :

[1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan
[2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring.

Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Astagfirullah…. Ya Allah, Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat.

Heboh !!! Cowok 18 Tahun Nikahi Janda Lima Anak.. Pas Malam Pertama Malah Jadi Gini

Heboh !!! Cowok 18 Tahun Nikahi Janda Lima Anak.. Pas Malam Pertama Malah Jadi Gini 

 

Redaksi 8 - Cinta itu buta memang apa adanya. Kalau sudah cinta, segala perbedaan bisa diterima dan dimaklumi. Termasuk juga cinta beda usia.

Seperti cinta sepasang kekasih asal Kuala Penyu, Sabah, Malaysia ini contohnya. Mereka baru saja meresmikan biduk cinta mereka dalam tali pernikahan Selasa lalu, 23 Agustus 2016, di Masjid Daerah Beaufort.

Pasangan ini sempat sangat viral dan membuat banyak orang kagum. Wajar saja, pengantin pria yang bernama Mohd Sufie Matalin masih berusia 18 tahun ketika menikahi Dayang Sopiah Gusti yang berusia 42 tahun.

Selain itu, pengantin wanita ini ternyata berstatus janda dengan anak lima. Tentu saja menikah adalah sebuah niat baik, hal inilah yang membuat kedua orangtua Sufie merestui niat baik anaknya tersebut. Menurut Matalin, ayah Sufie, dia dan istrinya sempat kaget dengan niat anaknya hendak menikahi seorang janda beranak lima.

Tapi ia dan istri, Janawiyah Ocat (46), tetap merestui pernikahan anaknya tersebut. "Pada mulanya saya terkejut sebab dia pilih wanita lebih tua, tapi bila pikir balik saya dan istri tidak masalah.

Kami gembira dan merestui perkawinan mereka, asalkan tidak buat perkara-perkara yang tak betul," kata Matalin seperti dilansir brilio.net dari Bharian, Sabtu (27/8), "Pagi tadi Sufie datang ke rumah, saya pesan kepadanya sekarang dia bukan lagi bujang, tetapi sudah ada tanggung jawab sebagai suami dan bapak kepada lima anak tiri, perlakukan anak-anak itu seperti anak sendiri," ujarnya. "Saya bilang jangan peduli omongan orang, asalkan tak kacau istri orang sudahlah," katanya bercerita panjang lebar, sambil meminta orang luar tidak 'berkomentar negatif' mengenai perkawinan anaknya, sebaliknya mendoakan untuk kebahagiaan mereka.

Sementara itu, ibu Mohd Sufie, Janawiyah mengaku sudah menanyakan kembali niat anaknya menikahi Dayang Sopiah pagi hari sebelum pernikahan dilangsungkan. "Dia kata pilihannya mantap, saya tanya juga anak-anak Sufie apakah mau menerima dia sebagai bapak, mereka kata tidak masalah.

Jadi, kami menerima keputusannya dan berharap mereka berbahagia," katanya yang mengakui mengenali Dayang Sopiah sudah lama kerana menantunya itu biasa bermain bola tampar di kampungnya. Semoga bahagia dan langgeng ya, Mohd Sufie dan Dayang Sopiah

Jumat, 27 Januari 2017

Di Jamin Nangis Baca Surat Ini....!!!

SEPUCUK SURAT dari IBU dan AYAH 

 

Anakku... ketika aku semakin tua,, aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku suatu ketika aku memecahkan piring, atau menumpahkan sup diatas meja, karena penglihatanku berkurang aku harap kamu tidak memarahiku orang tua itu sensitif,,, selalu merasa bersalah saat kamu berteriak 

Ketika pendengaranku semakin memburuk, dan aku tidak bisa mendengar apa ayang kamu katakan, aku harap kamu tidak memanggilku "Tuli!" mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya Maaf, anakku... aku semakin tua 

Ketika lututku mulai lemah, aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantuku bangun seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil, untuk belajar berjalan aku mohon, jangan bosan denganku 

Ketika aku terus mengulangi apa yang ku katakan, seperti kaset rusak aku harap kamu terus mendengarkan aku tolong jangan mengejekku, atau bosan mendengarkanku apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil dan kamu ingin sebuah balon? kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan. 

Maafkan juga bauku... tercium seperti orang yang sudah tua aku mohon jangan memaksaku untuk mandi tubuhku lemah..... Orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin aku harap aku tidak terlihat kotor bagimu... apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil? aku selalu mengejar-ngejar kamu... karena kamu tidak ingin mandi 

Aku harap kamu bisa bersabar denganku, ketika aku selalu rewel ini semua bagian dari menjadi tua,, kamu akan mengerti ketika kamu tua 

Dan jika kamu memiliki waktu luang, aku harap kita bisa berbicara bahkan untuk beberapa menit aku selalu sendiri sepanjang waktu dan tidak memiliki seorang pun untuk diajak bicara aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan 

Bahkan jika kamu tidak tertarik dengan ceritaku aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil? aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainanmu 

Ketika saatnya tiba... dan aku hanya bisa terbaring, sakit dan sakit aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku MAAF....... kalau aku sengaja mengompol atau membuat berantakan aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku, selama beberapa saat terakhir dalam hidupku aku mungkin tidak akan bertahan lebih lama 

Ketika waktu kematianku datang aku harap kamu memegang tanganku dan memberikanku kekuatan untuk menghadapi kematian dan jangan khawatir, ketika aku bertemu dengan Sang Pencipta aku akan berbisik pada-Nya untuk selalu memberikan berkah padamu karena kamu mencintai, ibu dan ayahmu... 

Terima kasih atas segala perhatianmu, nak... kami mencintaimu dengan kasih yang berlimpah Ibu & Ayah Saya berharap semoga dengan adanya renungan 

SEPUCUK SURAT dari IBU dan AYAH ini dapat menambah rasa cinta dan kasih sayang kita kepada kedua orang tua yang telah membesarkan dan menyayangi kita dari mulai kita berada di alam rahim hingga kita bisa berdiri tegak seperti saat sekarang ini. Share agar bisa bermanfaat untuk teman-teman yang lain nya.? 

Silahkan KLIK&SHARE jika dirasa bermanfaat...

Kamis, 26 Januari 2017

Wow! Masjid Indonesia Ini Punya Kubah Terbesar di Dunia

Wow! Masjid Indonesia Ini Punya Kubah Terbesar di Dunia 

 

Redaksi 8 - Masjid Raya Al-Azham merupakan masjid terbesar dan termegah di Kota Tangerang.
Masjid yang dibangun di atas lahan seluas 2,25 hektar dengan luas bangunan 5.775 meter persegi ini memiliki lahan parkir yang begitu luas hingga 14.000 meter persegi.

Dengan luas sebesar itu, masjid ini mampu menampung sebanyak 15 ribu jemaah, sekaligus mengukuhkan Al-Azham sebagai masjid terbesar di kota Tangerang Pembangunan masjid bergaya Timur Tengah ini ditandai peletakan batu pertama pada 7 Juli 1997 oleh Walikota Tangerang kala itu, Djakaria Machmud.

Proses pembangunan masjid yang menelan dana sebesar Rp28 miliar ini selesai pada 28 Februari 2003, dan diresmikan langsung oleh Menteri Agama RI saat itu, Said Agil Husin Al Munawar. Satu hal yang unik dan khas dari masjid ini adalah kubah besarnya yang tidak ditopang oleh tiang penyangga.

Struktur kubah utama yang terletak di bagian tengah ditopang oleh empat kubah kecil yang berbentuk setengah lingkaran di sekelilingnya. Kubah utama masjid ini diyakini sebagai kubah masjid terbesar di dunia dengan bentangan diameter sepanjang 63 meter.

Di bagian dalam masjid, jemaah dapat melihat 5 kubah berwarna emas dengan hiasan kaligrafi di dalamnya. Kubah yang berjumlah lima mencerminkan kewajiban salat lima waktu dalam Islam. Sementara pada bagian luar terdapat 4 tiang menara yang melambangkan empat tiang ilmu, yakni bahasa Arab, syariah, sejarah dan filsafat. Tinggi menara masjid yang mencapai 30 meter juga menyimbolkan jumlah 30 juz dalam Quran.

Adapula tinggi kuncup menara yang menjulang hingga 6 meter sebagai perlambang rukun iman. Terletak di lokasi strategis, berdekatan dengan pusat pemerintahan dan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Tangerang, masjid yang didesain oleh Guru Besar Ilmu Arsitektur ITB, Slamet Wirasonjaya ini menjadi ikon sekaligus kebanggaan warga Tangerang. Karena kemegahannya,

Masjid Al-Azham sering digunakan sebagai pusat kegiatan seni dan festival keagamaan Islam. Bahkan, masjid ini juga kerap digunakan oleh berbagai rumah produksi sebagai lokasi syuting program-program religi di televisi.

(Sumber: bimasislam.kemenag.go.id)

Rabu, 25 Januari 2017

Para Suami!, Istri-mu Bisa Tampil Cantik Jika Dimodali Dan Dirawat. Yang Setuju, Share yach

Para Suami!, Istri-mu Bisa Tampil Cantik Jika Dimodali Dan Dirawat. Yang Setuju, Share yach 

 

8Tausiyah - Banyak suami yang melirik wanita lain karena menganggap lebih menarik daripada istri di rumah, padahal sesungguhnya setiap wanita bisa tampil cantik dan menarik jika dimodali suami. 

Tak perlu kosmetika dempul tebal bercenti meter di permukaan kulit, justru kecantikan istri bisa muncul dengan perawatan kulit yang konsisten. 

Apalagi jika usia istri sudah di atas 30 tahun, harus ada jadwal perawatan kecantikan untuk mengurangi kerutan, menambah elastisitas kulit. 

Berikut ini beberapa hal yang bisa dimodali suami: 
1. Pijat seluruh tubuh & wajah Minimal berikan istri waktu dan dana untuk melakukan pijat/massage tubuh dan wajah di salon. 

Tidak ada uang? Ya tak masalah, Anda lakukan sendiri pijatan untuk istri! 

Fungsi pijatan ini adalah melancarkan aliran darah yang tersumbat, penyebab wajah kusam dan tak bersinar. Juga untuk memberikan sensasi rileks yang nyaman. 

Jika istri merasa badannya rileks dan segar, peredaran darahnya lancar, ia pun tau suami perhatian padanya, maka ia akan banyak tersenyum untuk suami, suami pun akan melihat istri lebih bersinar dan cantik.

Kisah Suami Istri Ini Sangat Mengharukan, Banyak Yang Menangis Membacanya.. [Kalau tidak ingin menagis Jangan Baca]

Kisah Suami Istri Ini Sangat Mengharukan, Banyak Yang Menangis Membacanya.. [Kalau tidak ingin menagis Jangan Baca]  

 

8Tausiyah - Pada hari pernikahanku, aku menggendong istriku. 
Mobil pengantin berhenti di depan apartment kami. Teman-teman memaksaku menggendong istriku keluar dari mobil. Lalu aku menggendongnya ke rumah kami. Dia tersipu malu-malu. Saat itu, aku adalah seorang pengantin pria yang kuat dan bahagia. 

Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu. Hari-hari berikutnya berjalan biasa. Kami memiliki seorang anak, aku bekerja sebagai pengusaha dan berusaha menghasilkan uang lebih. 

Ketika aset-aset perusahaan meningkat, kasih sayang diantara aku dan istriku seperti mulai menurun. Istriku seorang pegawai pemerintah. Setiap pagi kami pergi bersama dan pulang hampir di waktu yang bersamaan. Anak kami bersekolah di sekolah asrama. Kehidupan pernikahan kami terlihat sangat bahagia, namun kehidupan yang tenang sepertinya lebih mudah terpengaruh oleh perubahan-perubahan yang tak terduga. Lalu Jane datang ke dalam kehidupanku. 

Hari itu hari yang cerah. Aku berdiri di balkon yang luas. Jane memelukku dari belakang. Sekali lagi hatiku seperti terbenam di dalam cintanya. Apartment ini aku belikan untuknya. Lalu Jane berkata, “Kau adalah laki-laki yang pandai memikat wanita.” Kata-katanya tiba-tiba mengingatkan ku pada istriku. 

Ketika kami baru menikah, istriku berkata “Laki-laki sepertimu, ketika sukses nanti, akan memikat banyak wanita.” 

Memikirkan hal ini, aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu, aku telah mengkhianati istriku. Aku menyampingkan tangan Jane dan berkata, “Kamu perlu memilih beberapa furnitur, ok? Ada yang perlu aku lakukan di perusahaan.” Dia terlihat tidak senang, karena aku telah berjanji akan menemaninya melihat-lihat furnitur. Sesaat, pikiran untuk bercerai menjadi semakin jelas walaupun sebelumnya tampak mustahil. 

Bagaimanapun juga, akan sulit untuk mengatakannya pada istriku. Tidak peduli selembut apapun aku mengatakannya, dia akan sangat terluka. Sejujurnya, dia adalah seorang istri yang baik. Setiap malam, dia selalu sibuk menyiapkan makan malam. 

Aku duduk di depan televisi. Makan malam akan segera tersedia. Kemudian kami menonton TV bersama. Hal ini sebelumnya merupakan hiburan bagiku. Suatu hari aku bertanya pada istriku dengan bercanda, “Kalau misalnya kita bercerai, apa yang akan kamu lakukan?” 

Dia menatapku beberapa saat tanpa berkata apapun. Kelihatannya dia seorang yang percaya bahwa perceraian tidak akan datang padanya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksinya ketika nanti dia tahu bahwa aku serius tentang ini. 

Ketika istriku datang ke kantorku, Jane langsung pegi keluar. Hampir semua pegawai melihat istriku dengan pandangan simpatik dan mencoba menyembunyikan apa yang sedang terjadi ketika berbicara dengannya. Istriku seperti mendapat sedikit petunjuk. Dia tersenyum dengan lembut kepada bawahan-bawahanku. Tapi aku melihat ada perasaan luka di matanya. Sekali lagi, Jane berkata padaku, “Sayang, ceraikan dia, ok? Lalu kita akan hidup bersama.” 

Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak bisa ragu-ragu lagi. Ketika aku pulang malam itu, istriku sedang menyiapkan makan malam. Aku menggemgam tangannya dan berkata, “Ada yang ingin aku bicarakan.”

Dia kemudian duduk dan makan dalam diam. Lagi, aku melihat perasaan luka dari matanya. Tiba-tiba aku tidak bisa membuka mulutku. Tapi aku harus tetap mengatakan ini pada istriku. Aku ingin bercerai. Aku memulai pembicaraan dengan tenang. 

Dia seperti tidak terganggu dengan kata-kataku, sebaliknya malah bertanya dengan lembut, “Kenapa?” Aku menghindari pertanyaannya. Hal ini membuatnya marah. Dia melempar sumpit dan berteriak padaku, “Kamu bukan seorang pria!” 

Malam itu, kami tidak saling bicara. Dia menangis. Aku tahu, dia ingin mencari tahu apa yang sedang terjadi di dalam pernikahan kami. Tapi aku sulit memberikannya jawaban yang memuaskan, bahwa hatiku telah memilih Jane. Aku tidak mencintainya lagi. Aku hanya mengasihaninya! Dengan perasaan bersalah, aku membuat perjanjian perceraian yang menyatakan bahwa istriku bisa memiliki rumah kami, mobil kami dan 30% aset perusahaanku. Dia melirik surat itu dan kemudian merobek-robeknya. 

Wanita yang telah menghabiskan 10 tahun hidupnya denganku telah menjadi seorang yang asing bagiku. Aku menyesal karena telah menyia-nyiakan waktu, daya dan tenaganya tapi aku tidak bisa menarik kembali apa yang telah aku katakan karena aku sangat mencintai Jane. 

Akhirnya istriku menangis dengan keras di depanku, yang telah aku perkirakan sebelumnya. Bagiku, tangisannya adalah semacam pelepasan. Pikiran tentang perceraian yang telah memenuhi diriku selama beberapa minggu belakangan, sekarang menjadi tampak tegas dan jelas. Hari berikutnya, aku pulang terlambat dan melihat istriku menulis sesuatu di meja makan. Aku tidak makan malam, tapi langsung tidur dan tertidur dengan cepat karena telah seharian bersama Jane. 

Ketika aku terbangun, istriku masih disana, menulis. Aku tidak mempedulikannya dan langsung kembali tidur. Paginya, dia menyerahkan syarat perceraiannya: Dia tidak menginginkan apapun dariku, hanya menginginkan perhatian selama sebulan sebelum perceraian. 

Dia meminta dalam 1 bulan itu kami berdua harus berusaha hidup sebiasa mungkin. Alasannya sederhana : Anak kami

Selasa, 24 Januari 2017

Apakah Kamu Merasa Mendapat Ujian Paling Berat dari Allah Saat Berumah Tangga ? Baca ini! |

Apakah Kamu Merasa Mendapat Ujian Paling Berat dari Allah Saat Berumah Tangga ? Baca ini! |

 

8 tausiyah - Saat rumah tangga kita diuji bukankah lebih baik kita saling memahami Sebuah bangunan rumah tangga, kita cita-citakan berjalan dengan baik dan harmonis. 

Mendapatkan anugerah keturunan yang sholeh dan sholihah, serta berkecukupan biaya hidup. Tak ada prahara dan masalah mendera hingga kakek nenek. 

Namun manusia hanya bisa berusaha, karena tak selamanya kita akan hidup di bawah kebahagiaan dan kecukupan. Ada saatnya hidup kita terasa begitu perih dan menyakitkan. Begitu pula dalam hidup berumah tangga. Ada saatnya seorang istri berselisih paham dengan suaminya. Ada saatnya sebuah keluarga mengalami masa yang begitu menyulitkan. 

Karena kehidupan kita bukanlah berdasarkan cerita fiktif atau dongeng Cinderella. Saat ini kita hidup di dunia nyata. Di mana para Nabi dan Rasul serta Para Shahabiyah pun mengarungi rumah tangganya dengan penuh ujian. 

Ingatkah kita pada kisah nabi Luth yang diuji dengan istrinya yang durhaka?
Ingatkah kita pada kisah nabi Zakaria dan istrinya yang diuji dengan belum memiliki buah hati puluhan tahun? Atau ingatkah kita pada kisah nabi Ayyub yang diuji dengan habisnya hartanya? Lalu bagaimana dengan kisah Asiyah yang Allah uji dengan suami sekejam Fir’aun? 

Dan, ingatkah kita pada kisah Fatimah yang diuji dengan kehidupan yang Faqir? Benarkah ujian kita lebih berat dari mereka? Bukankah dunia ini memang tempat untuk diuji? Jika kita lihat lebih luas, ada banyak kisah rumah tangga yang lebih menyayat hati dibandingkan dengan ujian rumah tangga kita. Ada yang baru 9 bulan menikah sang suami harus pergi menghadap Sang Pencipta, padahal rona-rona cinta baru saja bermekaran. Ada yang belasan tahun bersabar terhadap suaminya yang tak pernah menafkahi secara lahir dan batin, sehingga si istri harus kerja keras banting tulang demi menghidupi anak-anaknya. 

Ada yang memiliki suami yang baik dan anak-anak yang lucu, namun harus melewati hari-hari penuh perjuangan agar tetap ada atap untuk berteduh dan ada makanan untuk anak-anaknya. 

Ada pula yang diuji dengan suaminya yang sakit parah, dan si istri selain berusaha mencari penghasilan juga harus merawat suami dan anak. 

Setiap orang akan diuji sesuai dengan tingkat keimanannya. Ingatlah, bukan hanya rumah tangga kita yang sedang diuji. Tapi, masih ada jutaan manusia yang sedang diuji pula dengan kehidupan rumah tangganya. Maka bersyukurlah, barangkali kisah hidup kita lebih baik dari kisah hidup orang lain.

Senin, 23 Januari 2017

WAJIB BACA...!!! Ini Konsekuensinya.... Masih Berani Pakai Mahar Al-Quran dan Seperangkat Alat Sholat ???

WAJIB BACA...!!! Ini Konsekuensinya.... Masih Berani Pakai Mahar Al-Quran dan Seperangkat Alat Sholat ??? Tolong Bantu Share Ya.. 

 

8Tausiyah - “Saya terima nikah dan kawinnya Nabila binti Ahmad dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur’an dibayar tunai. Sering kita dengar kata-kata ini ketika menghadiri akad nikah sesesorang. Bagi yang beragama Islam, pasti mas kawin berupa peralatan sholat dan mushaf Al-Qur’an sudah menjadi sebuah keniscayaan. 

Apalagi di negara yang katanya mayoritas Islam ini, aneh rasanya apabila ada seorang Muslim yang tidak menyertakan 2 mas kawin wajib itu dalam akad nikahnya. Tapi sangat disayangkan, setelah akad nikah selesai, perlengkapan sholat yang dijadikan sebagai mahar terbungkus rapi di dalam lemari tak pernah tersentuh. Tak jauh beda dengan mushaf Al-Qur’an yang dijadikan mas kawin tersimpan rapi di rak buku dan hampir berdebu. 

Dua barang yang dijadikan sebuah keniscayaan dalam mas kawin itu hanya menjadi pajangan usai ijab kabul. Padahal ada makna spesial dibalik pemberian perlengkapan sholat dan mushaf Al-Qur’an sebagai mahar.

Ketika seorang mempelai pria mengucapkan ”Saya terima nikah dan kawinnya fulanah binti fulan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur’an“, ada ’beban‘ baru yang dipikulnya. Beban itu adalah sang suami berkewajiban untuk mengajarkan sholat kepada sang istri yang disimboli dengan pemberian seperangkat alat sholat. Suami juga berkewajiban untuk menjaga sholat istrinya dengan terus mengingatkannya dan membimbingnya supaya tidak melewatkan kewajiban yang satu ini.

Karena sholat adalah amalan pertama kali yang akan dihisab pada yaumul hisab kelak. Begitu pula dengan mas kawin berupa mushaf Al-Qur’an. 

Mungkin bagi sebagian orang dua mahar ini dianggap sebagai mahar yang murah meriah dan mudah didapatkan di negara yang mayoritasnya muslim ini. Tapi sebenarnya mahar mushaf Al-Qur’an adalah mahar termahal yang diberikan seorang suami kepada istrinya.Mengapa? Karena dengan memberikan mushaf Al-Qur’an, berarti suami wajib untuk mengajarkan istrinya semua isi dari Al-Qur’an yang diberikannya kepada istri dari surat Al-Fatihah hingga surat An-Naas. 

Suami berkewajiban untuk mengantarkan istrinya kepada akhlaqul qur’an. Suami juga berkewajiban untuk membawa keluarganya kepada kehidupan rumah tangga berdasarkan Al-Qur’an dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan rumahtangganya. 

Bagaimana mahal banget kan mahar yang satu ini? Sangat disayangkan ternyata realitas yang ada tidak demikian. Mushaf yang dulunya dibungkus rapi sebagai mahar itu tetap terbungkus rapi dalam plastik bening bergambar hati yang kini tergeletak didalam buffet. Tak jauh berbeda dengan seperangkat alat sholat yang dulunya dibungkus rapi di dalam keranjang yang dihiasi kertas berwarna-warni kemudian dibungkus dengan plastik bening yang juga bergambar hati itu tersimpan rapi disebelah mushaf Al-Qur’an. Dan dengan bangganya si empunya barang tersebut memamerkan kepada tamu yang hadir, “Ini lho mahar yang dulu diberikan suami saya!” Subhanallah... ga d bc aja bangga. 

Padahal, menurut M Arief, petugas di Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kota Banjarmasin, ada tanggung jawab tidak ringan bagi pengantin pria yang memberikan mahar seperangkat alat solat ini. “Dia harus mengajarkan dan menuntun sang istri untuk membaca Alquran dan menjalankan salat fardu yang wajib. 

Minimal seperti itu,” Lain halnya, menurut dia, sang istri memang seorang muslimah yang rajin mengaji dan taat beribadah, sehingga artinya mahar seperti ini untuk memberikan dukungan. “Kan tidak semua mempelai perempuan itu muslimah yang taat. Kalau kondisinya demikian dan suami nantinya tidak akan mampu membimngin agar istri rajin mengaji dan taat beribadah, lebih baik mahar yang diserahkan benda lain saja,” ujarnya. Tak jadi masalah apabila mahar yang diberikan itu sengaja disimpan, karena memiliki mushaf dan peralatan sholat lain. 

Yang jadi masalah adalah ketika, seusai ijab kabul suami masa bodoh dengan janji yang dulu diucapkannya dan tidak mengindahkan ‘beban’ baru yang harus dipikulnya. Seorang suami memiliki kewajiban untuk menjaga istri dan anak-anaknya dari api neraka, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat At-Tahrim ayat 6 : ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻗُﻮﺍ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻫْﻠِﻴﻜُﻢْ ﻧَﺎﺭًﺍ … ”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...“ 

Adh-Dhahak berkata adalah kewajiban bagi seorang Muslim untuk mengajarkan keluarganya, kerabatnya, serta hamba sahaya yang dimilikinya apa-apa yang diwajibkan Allah dan apa-apa yang dilarang Allah. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-’Azhim,Ibnu Katsir) 

Dalam kehidupan rumah tangga tanggungjawab ini diamanahkan kepada suami sebagai imam dalam keluarga. So... buat para istri yang mendapatkan mahar seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur’an tapi belum diajarkan isi dari Al-Qur’an,jangan ragu untuk menagihnya kepada suami. 

Sekalian mengingatkan suaminya, amanat yang mungkin terlupakan oleh suami. Dan untuk para suami yang ketika akad nikah memberikan mahar seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur’an, dan belum memiliki andil dalam menjaga sholat istrinya dan mengajarkan isi Al-Qur’an yang diberikan, hayuu atuh diajarkan istrinya. Biar istrinya makin sholehah, dan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, yang diimpikan bisa tercapai.

Minggu, 22 Januari 2017

Semua Wajib Baca.!! Lakukan Hal Ini Jika Ibu Dan Ayah Kamu Meninggal, Jika Tidak Kamu Akan Menyesal..!! Bantu Sebarkan Kepada Yang Lain

Semua Wajib Baca.!! Lakukan Hal Ini Jika Ibu Dan Ayah Kamu Meninggal, Jika Tidak Kamu Akan Menyesal..!! Bantu Sebarkan Kepada Yang Lain 

 

8Tausiyah- Apabila Ibu Ayah kita meninggal, turunlah dalam liang kubur dan sambutlah mayat beliau, buka papan penutup keranda (tempat usungan mayat), angkat mayat Ibu Ayah kita.

Biarkan kita yang memutarkan mayat Ibu Ayah kita menghadap ke kiblat. Kita yang melakukan!!! Bukan hanya menyaksikan saja orang lain yang melakukan. 

Allahu Robbi... " Ibu.. Terakhir kali ini aku melihat Ibu". Biarkan kita yang merelai ikatan di kepala dan di tubuh beliau.. Pegang perlahan-lahan badan Ibu kita, arahkan beliau dengan baik-baik, ambil gumpalan tanah dan letakanlah di belakang tengkok Ibu kita. "Ibu, terakhir kali inilah aku melihat engkau". 

Terlintas dalam hati kita sambil memegang Ibu kita... Ingat sejak kita bayi, tangan Ibu kita ini yang mensuapi makanan ke mulut kita. Ingat hari pertama kita bisa berjalan, muntah, berak, beliau lah orang yang tidak pernah sedikit pun untuk menolak 

Sebagaimana pun jahatnya anak terhadap beliau, kita tetap anak beliau dan selalu terima sebagai anak beliau. Naiklah ke atas dan duduklah di tepi makam beliau serta dengarkanlah "Talqin" yang di sampaikan teruntuk Ibu kita. 

Hari terakhir ini lihatlah, tidak ada benda apapun yang bisa kita berikan untuk bekal beliau kecuali hanya Doa: . 
  • "Ya Allah.. Aku angkat tanganku Ya Allah.. Aku ridho Kau ambil Ibu ku Ya Allah.. Dia yang melahirkan aku.. 
  • Ya Allah hari ini aku tinggal dia Ya Allah, aku serahkan dia atas urusan Mu belaka 
  • Ya Allah. Aku tadahkan tanganku 
  • Ya Allah.. Aku memohon dengan sangat-sangat Kau ampunkan dosa-dosa Ibu ku, tolong Ya Allah.. Kasihani Ibu ku Ya Allah.. Aku adalah hasil didikan dari dia. 
  • Ya Allah sayangi dia Ya Allah. Aamiin... .
 Maka akan beruntunglah Ibu kita, apakah Allah akan menolak doa itu? Allah tak akan menolak doa ikhlas yang datang dari seorang anak.

Pesan ini bagi sahabat-sahabat yang selagi punya Ibu Ayah masih hidup. Dan Bagi sahabat-sahabat yang Ibu Ayah telah tiada...

Sabtu, 21 Januari 2017

Padahal Orang-Orang Ini Rajin Sholat Tapi Malah Mendapat Murka Allah, Mengapa...?

SUBHANALLAH...!!! Padahal Orang-Orang Ini Rajin Sholat Tapi Malah Mendapat Murka Allah, Mengapa...? 

 
http://8tausyiah.blogspot.com/2017/01/subhanallah.html

8Tausiyah - Rasulullah saw bersabda: “Islam dibangun di atas lima hal; bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allâh, menegakkan shalat….” (HR Bukhâri dan Muslim).

Seorang Muslim tentu sudah paham betul bahwa sholat merupakan tiang dari dien ini. Oleh karena itu, ketika muadzin mengumandangkan adzan, kaum muslimin berbondong-bondong mendatangi rumah-rumah Allah Ta’ala, mengambil air wudhu, kemudian berbaris rapi di belakang imam shalat mereka. Mulailah kaum muslimin tenggelam dalam dialog dengan Allah Ta’ala dan begitu khusyu’ menikmati shalat sampai imam mengucapkan salam. Dan setelah usai, masing-masing kembali pada aktifitasnya.

Imam Hasan al-Bashri rahimahullâh pernah mengatakan: “Wahai, anak manusia. Shalat adalah perkara yang dapat menghalangimu dari maksiat dan kemungkaran. Jika shalat tidak menghalangimu dari kemaksiatan dan kemungkaran, maka hakikatnya engkau belum shalat”.

Dalam kesempatan lain, Rasulullah saw juga bersabda: “Barang siapa yang memelihara sholat, maka sholat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara sholat, maka sesungguhnya sholat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya.”

(Tabyinul Mahaarim).

Kemudian Rasulullah saw juga bersabda bahwa: “10 orang sholatnya tidak diterima oleh Allah swt, di antaranya:
  1. Lelaki yang sholat sendirian tanpa membaca sesuatu. 
  2. Lelaki yang mengerjakan sholat tetapi tidak mengeluarkan zakat. 
  3. Lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.
  4. Lelaki yang melarikan diri.
  5. Lelaki yang minum arak tanpa mau meninggalkannya (taubat).
  6.  Perempuan yang suaminya marah kepadanya. 
  7. Perempuan yang mengerjakan sholat tanpa memakai tudung. 
  8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya. 
  9. Orang-orang yang suka makan riba’. 
  10. Orang yang sholatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan munkar.” 
Sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa yang sholatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya sholatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah swt dan jauh dari Allah.” Imam Hassan r. a berkata : 
  • “Kalau sholat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan sholat. Dan pada hari kiamat nanti sholatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk.” 
Subhanallah.. Semoga kita semua terhindar dari segala amal ibadah dan perbuatan yang tidak diridhai oleh Allah SWT.. Amiin Amiin Ya Rabbal alamiin.

Walau Pria Ini Hanya Sopir, Sangat beruntung Karena Menikah Dengan Wanita S2, Berikut Di balik Kenyataan Pria ini..

Walau Pria Ini Hanya Sopir, Sangat beruntung Karena Menikah Dengan Wanita S2, Berikut Di balik Kenyataan Pria ini 

http://8tausyiah.blogspot.com/2017/01/walau-pria-ini-hanya-sopir-sangat.html

 

Untuk seseorang wanita, tidaklah hal yang mudah untuk terima perjodohan. Walaupun pria pilihan orang-tua dapat disebut baik bibit, bobot dan bebetnya, pasti masih tetap ada sejuta kebimbangan yang menyelimuti hati. 

Namun, bagaimanapun, jodoh yakni permasalahan Tuhan, seperti rejeki dan kem4tian. Manusia hanya dapat berdoa dan berupaya lakukan yang paling baik dalam kehidupannya. 

Demikian tentang cerita seseorang wanita yang dijodohkan dengan sopir ayahnya. 
Walaupun awalannya menampik, wanita ini lalu dengan yakini terima perjodohan itu. Itu kisahnya. Saya yakni wanita berumur 26 th. yang akan selekasnya melalui pendidikan S2. 

Dikeluargaku, pendidikan dan karir lebih lebih paling penting dibanding pernikahan. Tetapi, semua berpindah saat seseorang lelaki dikenalkan Ayah sebagai mobil barang di satu diantara usaha dagang kepunyaannya. Sopir muda ini termasuk santun dan sedikit bicara. 

Bahkan juga, Bapak yg tidak pernah berikanlah pujian pada anak-anaknya, tidak henti-hentinya berikanlah pujian pada sopir barunya ini. Menurut Bapak, ia yakni pria yang baik, pandai dan serba dapat. Pujian Bapak tentu pernah membuatku keheranan. Sopir muda ini, selalu mengucap salam saat masuk gerbang. Ia juga selalu menampik masuk tempat tinggal dan hanya menanti di depan pintu waktu Ayah tidak ada.

Kehadirannya seakan mengubah banyak rutinitas Ayah. Musik keroncong yang umum selalu terdengar dirumah dan tape mobil kita tidak pernah diputar lagi dan digantikan dengan muratal atau ceramah agama. Ibu juga terlihat mulai meniggalkan salon, dandanan modern, kuteks, dan pergantian fashion yang selalu diikutinya. Tetapi, saya lebih kaget lagi waktu Bapak menawarkanku untuk menikah dengan sopir muda itu.

Saya yang calon S2 terasa ter hi na harus menikah dengan sopir. Tetapi, Ayah menerangkan semua padaku, mengenai siapa sopir Bapak sesungguhnya dan mengapa Bapak merelakanku menikah dengannya. Saya sempat juga malu waktu mendengar narasi Ayah sampai lalu mengambil keputusan untuk berkata “ya”. Sopir muda ini memang tidaklah sopir umum. 

Ia yakni sarjana tehnik yang saat ini tengah menyelesaikan gelar pasca sarjananya dengan beasiswa. Sebagai anak yatim, ia bekerja sebagai sopir untuk tutup biaya hidup selama kuliah, juga biaya keluarganya.

Walaupun permulaannya bimbang, saya demikian yakini dia yaitu lelaki paling baik yang sudah diantar Tuhan sebagai jodohku.

Lidahmu Harimau mu

Assalamualikum Wr.Wb

http://8tausyiah.blogspot.com/2017/01/lidahmu-harimau-mu.html

 

Seiring bibir manis jangan sampai menghayutkan pikiran Napsu tak terbendung Syaiton mengendalikan akal dengan tipu dayanya menyesatkan dan menjerumuskan manusia.

Di antara hamba Allah yang tak mampu menjaga lisannya adalah yang akalnya di kendalikan Napsunya . Hatinya dan pikiranya tah suci golongan munafik pun di jalankanya sementara niat bulusnya memuluskan niatnya . Nauzu billah min zalik.

Dalam riwayat perjalan isro' mi'rodz Rosulullah mampir dan melihat penghuni neraka. RASULLAH KENAPA INI PEREMPUAN LEBIH BANYAK PENGHUNI NERAKA. Bertanya kepada Malaikat jibril dan malaikat penjaga neraka. Jawabanya wanita tak dapat menjaga lisannya akan bergunjing dan berghibah.

Di mana berghibah itu makan daging saudaranya sendiri.
Di antara nya munafik itu di percaya khianat.
Berkata selalu bohong. Dan berjanji selalu mungkir.

Di antara ibu yang sipatnya munafik.
Bukanlah anak yang selalu durhaka akan ibunya.
Namun ibunya memuluskan niatnya berkata kasar sampai menyumpahi anak2 padahal dalam hatinya bohong Untuk memuluskan niatnya.

Dalam pengajian rutin nurul yalali. Pengasuh berkata orang 2 yang sering bersumpah palsu. Bagai kata dalam kitab sulamun taufik.

Penyakit mulut di dalamnya lisan.
Segi makanan tak mampu menjaga pola makanan ya sariawan mulut atau panas dalam ya jadi sakit gigi.

MANGENAI MAKSIAT LISAN. Antara lain.
  1. NUMAIMAH atau mengalihkan perkata,an yang benar untuk membuat kerusakan atau mengadu domba. 
  2. BERDUSTA. Sabda Rasullah. Berdusta itu mengurangi riski. Sesungguhnya para pedagang itu orang orang yang durhaka,lalu beliau di tanya orang yang mana ya. Rasullullah Bukankah Allah telah membolehkan berdagangan. Sahutnya ,Betul,tetapi di antara mereka banyak yang bersumpah palsu yang mendatangkan dosa dan berbicara dusta. 
Fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Bila orang yang berucap mengatakan kafir atau menghujat ,, di mana kifarah itu akan berbalik pada orang2 yang menghujat akan murka Allah menyertainya. 
NAUZUBILLAH MIN ZALIK. Bila mana hati dan pikiran telah di kendalikan syaiton lisan berucap ujub
.
GUT GUT ALA MANDAILING. Atau kata lain iri dengki. Ada pada tiap tiap lisan yang dangkal iman. Akan timbullah ia maksiat hati,lisan,dan pikiran menhambat penbagunan mental dan moral. 
Akhlak tauhid tak ada maka iman takwa pun dangkal.

Kembali pada pribadi2 yang bijak. Laksana paham akan menjaga lisanya semata mata lil ibadah.

Wallahu'alam bhissowaf

    Iblis

    BILA SIFAT IBLIS ADA PADAKU 

    http://8tausyiah.blogspot.com/2017/01/blog-post21.html

     

    Iblis...
    Ketika mendengar namanya, terbayang di benak kita makhluk yang mengerikan, sangat buruk, jahat, dengan berbagai sifat tercela yang membuat kita lari darinya.

    Seorang Muslim yang berakal tentu berusaha menjauh dari Iblis dan sangat takut terkena godaan dan tipu dayanya. Akan tetapi, sadarkah kita bahwa ada sifat Iblis yang ternyata terkadang bahkan sering menjangkiti diri kita sebagai seorang Muslim, bahkan seorang thalibul 'ilmi, bahkan seorang ustadz sekalipun? Sifat yang sangat tercela, dan menyebabkan ia terlaknat sejak Nabi Adam 'alaihi salam diciptakan sampai hari kiamat kelak.. 

    Ya, itulah sifat takabbur atau sombong. Sifat takabbur adalah sifat warisan Iblis, karena Iblislah yang pertama kali berakhlak dengan sifat ini. 

    Allah mengabarkan kepada kita tentang sifat Iblis ini dalam beberapa ayat Al Qur'an, diantaranya: 

    قالَ تعالى : " وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ * قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ " [ الأعراف :١١ - ١٢] 

    "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakanmu, kemudian Kami membentuk (tubuhmu), kemudian Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kalian kepada Adam." Maka mereka sujud, kecuali Iblis, dia tidak termasuk mereka yang bersujud. 

    (Allah SWT) Berfirman: "Wahai Iblis, apa yang menghalangimu untuk sujud ketika Aku perintahkan?"

    Iblis menjawab: "aku lebih baik dari dia (Adam), Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan Engkau ciptakan ia (Adam) dari tanah". [QS Al A'raf: 11-12]

    Maka marilah kita perhatikan satu kalimat yang Iblis ucapkan: "Aku lebih baik daripada dia.."
    • Kalimat yang lahir dari sifat sombong. 
    • Kalimat yang menyebabkan murka Allah. 
    • Kalimat yang menyebabkan Iblis terlaknat selama-lamanya. 
    • Kalimat yang menyebabkan hilangnya kenikmatan surga yang semula ia rasakan dan berganti dengan ancaman siksa api neraka yang kekal abadi. 
    • Kalimat yang menyebabkan jatuhnya kedudukannya yang semula mulia bersama para malaikat, menjadi sangat hina dan rendah di dalam Jahannam. 
    Betapa seringnya perasaan lebih baik dari orang lain ini menjangkiti kita. Terkadang seorang yang memiliki harta yang banyak merasa lebih mulia dari pada yang berharta pas-pas-an... Terkadang seorang yang cantik atau tampan merasa lebih baik daripada orang yang diberi kekurangan fisik... Terkadang seorang yang berilmu meremehkan orang dengan pendidikan rendah... Terkadang seorang yang memiliki nasab yang terhormat memandang hina orang biasa... Bahkan terkadang orang yang telah mempelajari sunnah meremehkan orang belum dibukakan hatinya untuk belajar ilmu agama! 
     
    Subhanallah...Ternyata perasaan seperti itu adalah hal yang harus dihilangkan dari dalam dada-dada kita, seorang Muslim. Namun, bila sifat ini terlanjur ada pada kita, bagaimana kita mengusirnya? 
     
    PERTAMA | 
    Menyadari bahwa sombong hanyalah hak Allah semata, sementara makhluk tidak berhak menyamai Allah dalam sifat ini. Dalam sebuah hadist dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: "Kemuliaan adalah kain Allah dan kesombongan adalah selendang Allah, barangsiapa yang mencopot selendangKu, maka akan Aku adzab." (HR Bukhari dan Muslim) Imam Nawawi berkata: "Makna mencopot selendangku adalah berakhlak dengan kesombongan tersebut." 
     
    KEDUA | 
    Merenungkan sirah nabawiyah. Seandainya manusia berhak untuk sombong, maka beliau shalallahu alaihi wa sallam lah yang paling berhak untuk memiliki sifat ini karena beliau adalah makhluk yang terbaik, akan tetapi beliau adalah manusia yang paling tawadhu'. 
     
    KETIGA | 
    Mengingat ancaman dan balasan bagi orang yang sombong di hari kiamat nanti. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda dalam hadist dari Abdullah Ibnu Mas'ud: "Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar dzarrah (biji sawi)." 
     
    Seorang sahabat berkata: "Bagaimana dengan seseorang yang menyukai pakaian yang indah dan sandal yang bagus?". 
     
    Rasullullah menjawab: "Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan, (tetapi) sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." [HR Muslim] 
     
    Dalam hadist yang lain, Abdullah Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata: Berkata Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam: "Barangsiapa yang menyeret tsaubnya (jubahnya) karena sombong, Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat." [HR Bukhari] 
     
    KEEMPAT | 
    Menyadari bahwa orang yang sombong akan dibenci dan ditinggalkan oleh manusia. Karena tidak ada orang yang rela direndahkan dan diremehkan oleh orang lain. Akhirnya, mari kita renungkan sebuah kisah seorang yang sombong dan Malik Bin Dinar. 
     
    Seorang yang sombong berjalan di hadapan Malik Bin Dinar, dan ia menampakkan kesombongan melalui cara berjalannya, maka Malik Bin Dinar menegurnya : 
    • "Apakah kamu tahu bahwa cara berjalan seperti ini dibenci Allah?" 
    • Orang itu menjawab: "Apa kamu tidak mengenalku?" 
    • Maka Malik Bin Dinar menjawab: 
    • "Tentu, (engkau adalah) yang awalnya berasal dari air mani yang hina, dan akhirmu adalah bangkai yang kotor, sedangkan sekarang ini engkau adalah pembawa kotoran".
    Maka orang sombong tersebut tersadar dan berkata: "Engkau telah membuatku mengenal diriku". Maka, wahai kita yang sedang merasa bangga dengan diri kita sendiri, Ingatlah bahwa setinggi apapun kedudukan kita... Semulia apapun nasab kita... Sebanyak apa pun harta kita... Sebaik apa pun rupa kita... Akhir kita adalah kematian... 
     
    Dan pakaian kita adalah kain kafan... Sedangkan rumah kita adalah kuburan. Maka apakah lagi yang akan kita sombongkan setelahnya?

    Renungan dari kisah sahabat Sya'ban RA.

    Assalamuallaikum warrahmatullahi wabarokatuh. ..

    Renungan dari kisah sahabat Sya'ban RA..Semoga kita dapat mengambil hikmahnya. .. 

    http://8tausyiah.blogspot.com/2017/01/renungan-dari-kisah-sahabat-syaban-ra.html


    Alkisah ada seorang sahabat Nabi Muhammad saw bernama *Sya’ban RA.* Ia adalah seorang sahabat yang tidak menonjol dibandingkan sahabat2 yg lain.. Ada suatu kebiasaan unik dari beliau yaitu setiap masuk masjid sebelum sholat berjamaah dimulai dia selalu beritikaf di pojok depan masjid. Dia mengambil posisi di pojok bukan karena supaya mudah bersandaran atau tidur, namun karena tidak mau mengganggu orang lain dan tak mau terganggu oleh orang lain dalam beribadah. 

    Kebiasaan ini sudah dipahami oleh sahabat bahkan oleh Rasulullah SAW, bahwa Sya’ban RA selalu berada di posisi tsb termasuk saat sholat berjamaah. Suatu pagi saat sholat subuh berjamaah akan dimulai RasululLah SAW mendapati bahwa Sya’ban RA tidak berada di posisinya seperti biasa. Nabi pun bertanya kepada jemaah yg hadir apakah ada yg melihat Sya’ban RA. 

    Namun tak seorangpun jamaah yg melihat Sya’ban RA. Sholat subuhpun ditunda sejenak untuk menunggu kehadiran Sya’ban ditunggu belum juga datang. Khawatir sholat subuh kesiangan, Nabi memutuskan untuk segera melaksanakan sholat subuh berjamaah. Selesai sholat subuh, Nabi bertanya apa ada yg mengetahui kabar dari Sya’ban RA. Namun tak ada seorangpun yang menjawab. 

    Nabi bertanya lagi apa ada yg mengetahui di mana rumah Sya’ban RA. Kali ini seorang sahabat mengangkat tangan dan mengatakan bahwa dia mengetahui persis di mana rumah Sya’ban RA. Nabi yang khawatir terjadi sesuatu dg Sya’ban RA meminta diantarkan ke rumahnya. 
    . 
    Perjalanan dengan jalan kaki cukup lama ditempuh oleh Nabi dan rombongan sebelum sampai ke rumah yg dimaksud. Rombongan Nabi sampai ke sana saat waktu afdol untuk sholat dhuha (kira2 3 jam perjalanan). Sampai di depan rumah tersebut Nabi mengucapkan salam. Dan keluarlah seorang wanita sambil membalas salam tsb. 
    “Benarkah ini rumah Sya’ban?” Nabi bertanya. “Ya benar, saya istrinya” jawab wanita tsb. “Bolehkah kami menemui Sya’ban, yg tadi tidak hadir saat sholat subuh di masjid?” Dengan berlinangan air mata istri Sya’ban RA menjawab: “Beliau telah meninggal tadi pagi..." Innalillahi wainna ilaihirojiun… Maa sya Allah, satu2nya penyebab dia tidak sholat subuh berjamaah adalah karena ajal sudah menjemputnya.

    Beberapa saat kemudian istri Sya’ban bertanya kepada Rasul “ Ya Rasul ada sesuatu yg jadi tanda tanya bagi kami semua, yaitu menjelang kematiannya dia berteriak tiga kali dg masing-masing teriakan disertai satu kalimat. Kami semua tidak paham apa maksudnya." “Apa saja kalimat yg diucapkannya?” tanya Rasul. Di masing-masing teriakannya dia berucap kalimat: 
    •  “ Aduuuh kenapa tidak lebih jauh……”
    •  “ Aduuuh kenapa tidak yg baru……. “
    •  “ Aduuuh kenapa tidak semua……” 
    Nabi pun melantukan ayat yg terdapat dalam surat Qaaf (50) ayat 22 : 
    “Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan dari padamu hijab (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.“ Saat Sya’ban dlm keadaan sakratul maut, perjalanan hidupnya ditayangkan ulang oleh Allah. Bukan cuma itu, semua ganjaran dari perbuatannya diperlihatkan oleh Allah.. 
     
    Apa yang dilihat oleh Sya’ban (dan orang yg sakratul maut) tidak bisa disaksikan oleh yg lain. Dalam pandangannya yang tajam itu Sya’ban melihat suatu adegan di mana kesehariannya dia pergi pulang ke masjid untuk sholat berjamaah lima waktu..
     
    Perjalanan sekitar 3 jam jalan kaki sudah tentu bukanlah jarak yg dekat. Dalam tayangan itu pula Sya’ban RA diperlihatkan pahala yg diperolehnya dari langkah2 nya ke Masjid. Dia melihat seperti apa bentuk surga ganjarannya. 
     
    Saat melihat itu dia berucap: 
    “ Aduuuh kenapa tidak lebih jauh……” Timbul penyesalan dalam diri Sya’ban , mengapa rumahnya tidak lebih jauh lagi supaya pahala yg didapatkan lebih banyak dan sorga yg didapatkan lebih indah. 
     
    Dalam penggalan berikutnya Sya’ban melihat saat ia akan berangkat sholat berjamaah di musim dingin. Saat ia membuka pintu berhembuslah angin dingin yang menusuk tulang.. Dia masuk kembali ke rumahnya dan mengambil satu baju lagi untuk dipakainya. Jadi dia memakai dua buah baju.. Sya’ban sengaja memakai pakaian yg bagus (baru) di dalam dan yg jelek (butut) di luar. Pikirnya jika kena debu, sudah tentu yg kena hanyalah baju yg luar. Sampai di masjid dia bisa membuka baju luar dan solat dg baju yg lebih bagus.. 
     
    Dalam perjalanan ke masjid dia menemukan seseorang yg terbaring kedinginan dalam kondisi mengenaskan. Sya’ban pun iba, lalu segera membuka baju yg paling luar dan dipakaikan kepada orang tsb dan memapahnya utk bersama2 ke masjid melakukan sholat berjamaah.. Orang itupun terselamatkan dari mati kedinginan dan bahkan sempat melakukan sholat berjamaah.. Sya’ban pun kemudian melihat indahnya sorga yg sebagai balasan memakaikan baju bututnya kepada orang tsb. 
     
    Kemudian dia berteriak lagi: 
    “ Aduuuh kenapa tidak yang baru...“ Timbul lagi penyesalan di benak Sya’ban. . Jika dg baju butut saja bisa mengantarkannya mendapat pahala yg begitu besar, sudah tentu ia akan mendapat yg lebih besar lagi seandainya ia memakaikan baju yg baru. 
     
    Berikutnya Sya’ban melihat lagi suatu adegan saat dia hendak sarapan dg roti yg dimakan dg cara mencelupkan dulu ke segelas susu.. Ketika baru saja hendak memulai sarapan, muncullah pengemis di depan pintu yg meminta diberi sedikit roti karena sudah lebih 3 hari perutnya tidak diisi makanan. 
     
    Melihat hal tsb. Sya’ban merasa iba. Ia kemudian membagi dua roti itu sama besar, demikian pula segelas susu itu pun dibagi dua. Kemudian mereka makan bersama2 roti itu yg sebelumnya dicelupkan susu, dg porsi yg sama. . Allah kemudian memperlihatkan ganjaran dari perbuatan Sya’ban RA dg surga yg indah.
     
    Demi melihat itu diapun berteriak lagi: 
    “ Aduuuh kenapa tidak semua……” Sya’ban kembali menyesal . Seandainya dia memberikan semua roti itu kepada pengemis tersebut tentulah dia akan mendapat surga yg lebih indah. Masyaallah, Sya’ban bukan menyesali perbuatannya, tapi menyesali mengapa tidak optimal.. 
     
    Sesungguhnya semua kita nanti pada saat sakratul maut akan menyesal tentu dengan kadar yang berbeda, bahkan ada yg meminta untuk ditunda matinya karena pada saat itu barulah terlihat dengan jelas konsekwensi dari semua perbuatannya di dunia.. 
     
    Mereka meminta untuk ditunda sesaat karena ingin bersedekah. Namun kematian akan datang pada waktunya, tidak dapat dimajukan dan tidak dapat dimundurkan. 
     
    Sering sekali kita mendengar ungkapan hadits berikut: 
    • “Sholat Isya berjamaah pahalanya sama dengan sholat separuh malam.” 
    • “Sholat Subuh berjamaah pahalanya sama dengan sholat sepanjang malam.”
    • “Dua rakaat sebelum Shubuh lebih baik dari pada dunia dan isinya.” 
    Namun lihatlah... masjid tetap saja lengang. Seolah kita tidak percaya kepada janji Allah. Mengapa demikian? Karena apa yg dijanjikan Allah itu tidak terlihat oleh mata kita pada situasi normal. Mata kita tertutupi oleh suatu hijab. Karena tidak terlihat, maka yang berperan adalah iman dan keyakinan bahwa janji Allah tidak pernah meleset. Allah akan membuka hijab itu pada saatnya. Saat ketika nafas sudah sampai di tenggorokan. Sya’ban RA telah menginspirasi kita bagaimana seharusnya menyikapi janji Allah tsb. 
     
    Dia ternyata tetap menyesal sebagaimana halnya kitapun juga akan menyesal. Namun penyesalannya bukanlah karena tdk menjalankan perintah Allah SWT. Penyesalannya karena tidak melakukan kebaikan dgn optimal.

    Menjaga Lisan

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

    http://8tausyiah.blogspot.com/2017/01/pandai-pandailah-menjaga.html

     

    Pandai-Pandailah Menjaga Lisan‎ Sesungguhnya lisan yang berfungsi untuk berbicara ini seperti senjata bermata dua. Yaitu dapat digunakan untuk ketaatan kepada Allah, dan juga dapat digunakan untuk memperturutkan setan.‎

    Dengan demikian, lisan manusia itu bisa menjadi faktor yang bisa mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah, namun juga bisa menyebabkan kebinasaan bagi pemiliknya. 

    Dijelaskan dalam hadits, 

    ‎ عنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ « إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ فِيهَا ، يَزِلُّ بِهَا فِى النَّارِ أَبْعَدَ مِمَّا بَيْنَ الْمَشْرِقِ والمغرب» ‏‎ 

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan ucapan yang tidak jelas di dalamnya, niscaya akan menggelincirkannya di dalam neraka lebih jauh antara arah timur". (HR. Al-Bukhari dan Muslim‏).‎ 

    Maka sungguh mengherankan, ada seseorang yang dengan mudahnya menjaga diri dari makanan haram, berbuat zhalim kepada orang lain, berzina, mencuri, minum khamr, melihat wanita yang tidak halal dilihat, dan lainnya, namun begitu sulit menjaga diri dari lisaannya. 

    Sehingga terkadang seseorang yang dikenal dengan agamanya, zuhudnya, dan ibadahnya, namun ia mengucapkan kalimat-kalimat yang menimbulkan kemurkaan Allah, dan ia tidak memperhatikannya. 

    Padahal hanya dengan satu kalimat itu saja, dapat menyebabkan dirinya bisa terjerumus ke dalam neraka melebihi jarak timur dan barat. Alangkah banyak manusia yang menjaga diri dari perbuatan keji dan maksiat, namun lisannya memotong dan menyembelih kehormatan orang-orang yang masih hidup atau yang sudah meninggal. Dia tidak peduli dengan apa yang sedang ia ucapkan. 

    Wa na'udzu billah min dzalik. Mudah-mudahan Allah Ta'ala selalu menjaga kita dari keburukan lisan-lisan kita...Aamiin

    Dimanakah Allah

    DIMANAKAH ALLAH.?

    http://8tausyiah.blogspot.com/2017/01/dimanakah-allah.html

     

    Alkisah suatu saat, seorang kakek yang hadir dalam sebuah pengajian yang dipimpin oleh seorang ustad muda, bertanya: "Anakku... Tadi anakku menyampaikan ceramah tentang aqidah, tentang اللّـہ , boleh kakek bertanya, dimanakah اللّـہ itu?".

    Sebuah pertanyaan yang membuat sang ustadz muda itu bingung.... sangat dalam sekali. Saat itu pula ia teringat pesan gurunya, jika ada yang bertanya... dimana pertanyaan itu sifatnya bukan karena ingin tahu atau ingin sekedar menguji dan kita tidak tahu jawabannya maka berikanlah jawaban seperti ini "Sesungguhnya orang yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.." (mal mas-ul a'lamu minas saa-il). 

    Kakek itupun manggut2... sambil tertunduk beliau bertanya lagi... 
    "Anakku, coba ambilkan pelita itu (sebuah kaleng cat minyak yang berisi minyak tanah dan diberi api disumbunya)...Boleh kakek bertanya... Kapan pelita ini disebut pelita?".Kembali sang Ustad memberikan jawaban: "Kakek.... saya tidak bisa menjawabnya... terangkanlah pada saya".Sang kakek bukannya menjawab, namun malah memberikan pertanyaan baru lagi: 

    "Jika kakek tiup api diatas pelita ini... Kakek bertanya... Tahukah kamu anakku... Kemana perginya api itu ?". ALLAHU AKBAR!!! (Teriak bathin sang ustad muda... selama ini ia tidak pernah berfikir tentang kemana perginya api ketika ditiup dari pelita yang hidup. Oh iya ya... kemana perginya api itu, bahkan tidak berbekas sama sekali.) Kembali ia menjawab: "Saya tidak tahu Kek... Berikan ilmu pada saya". 

    Kakek itu kembali tidak menjawabnya... Beliau justru menanyakan nama si ustadz muda tersebut... 
    "Nak, namamu siapa?" Ustadz muda itu menjawab: "Abdullah..." Kakek itu pun manggut-manggut lagi. Sang ustadz makin bertambah heran dengan kakek ini. "Boleh Kakek bertanya lagi... Dimana Abdullah Itu..?" Tanya sang kakek pada ustadz muda itu. 

    Wah pertanyaan apa lagi ini pikirnya, untuk yang satu ini..ustadz itu menjawab "Di depan kakek... Inilah Abdullah". Si kakek tua itu hanya geleng2 kepala dan merenung sejenak... Sang ustadz pun terbawa suasana merenung seperti kakek ini dan tiba-tiba sang kakek menepuk bahu ustadz muda sambil memanggil namanya "Abdullah…….!". 

    Dengan spontan ustadz itu menjawab: "Saya kek!". Kakek itu tersenyum kemudian mengatakan: "Anakku... Barusan kakek merasakan adanya Abdullah... karena bagimu Abdullah itu tidak ada... jika kau pegang tanganmu, itu tangan Abdullah... jika kau pegang keningmu, itu kening Abdullah... jika kau pegang kepalamu, itu kepala Abdullah... jika kau pegang tangan dan kakimu, itu adalah tangan dan kaki Abdullah.... lalu….. DIMANAKAH ABDULLAH ITU??? 

    Abdullah itu ada... saat begitu banyak orang merasakan banyaknya manfaat kehadiran dirimu... sehingga banyak orang menyebut namamu anakku...". "Demikianlah perumpamaan اللّـہ سبحانہ و تعالے ... Sesungguhnya اللّـہ  itu sudah ada sebelum apapun ada di alam raya ini... اللّـہ itu sudah ada bahkan jikapun alam raya ini tidak diciptakan olehNYA. 

    Tapi اللّـہ itu tidak ada "bagimu"... jika kamu tidak pernah mengerti tentangNYA. Kau sebut langit itu adalah langit ciptaan اللّـہ .... Kau sebut api itu adalah api ciptaan اللّـہ ..... Kau sebut air itu adalah air ciptaan اللّـہ ... Lalu dimanakah اللّـہ ..? Dimanakah اللّـہ...? Anakku... اللّـہ itu ada bagimu bila kau selalu menyebut namaNYA... 

    Kau dzikirkan disetiap hembusan nafasmu... Maka kamu akan merasakan اللّـہ selalu ada bersamamu... Maka اللّـہ itu ada bagimu.. Karena ada dan tidak adanya dirimu, اللّـہ itu tetap ada..!!", demikian si Kakek menjawab panjang. 

    SUBHANALLAH.... sebuah ilmu yang tidak mungkin ia dapatkan di bangku kuliah... ALLAHU AKBAR! ALLAHU AKBAR! WALILLAHILHAMD... gumam sang ustadz. Sebelum perpisahan dengan kakek itu, ia masih penasaran dengan perumpamaan pelita yang ditanyakan tadi. 

    Maaf kek... Lantas... Apa maksud kakek dengan pelita tadi?? Sang kakek pun lanjut menjelaskan: "Pelita itu tidak bisa kamu sebut pelita tanpa ada apinya... Ketika pelita itu tidak ada apinya... dia hanya bisa disebut kaleng cat minyak yang berisi minyak tanah dan bersumbu, itu saja...

    Pelita itu baru bisa kau sebut pelita, apabila kau berikan api disumbunya... Ini bermakna demikianlah manusia... Ketika ruhnya tidak ada, maka dia ibarat hanya bangkai yang berjalan... Sehingga yang perlu kau hidupkan setiap hari adalah ruhnya... Sehingga dia bisa menerangi dan memberikan manfaat bagi sekitarnya".

    ALLAHU AKBAR!!! Teriak bathin si ustadz muda. Kembali sebuah nasehat yang luar biasa ini baginya, dan ketika sebelum ia cium tangannya... Sang kakek ini membisikan ke telinga: "Anakku... Ingatlah saat api diatas pelita itu ditiup... Api menghilang, tak berbekas dan kau tidak bisa melihatnya lagi...

    Bahkan bentuk, rasa, sudah tidak bisa kau lihat... Bahkan kau tanyakan seribu kali kemana perginya api itu pun kau tidak akan bisa menjawabnya... Demikianlah dgn "ruh" anakku... Saat dia pergi dari jasadmu dia tidak akan membentuk apapun bagimu... 

    Dia seakan-akan raib sebagaimana DZAT yang menciptakannya... DIA-lah اللّـہ سبحانہ و تعالے .... Maka rawat dengan benar ruh yang ada dalam jasadmu..... Wassalamu'alaikum". 

    Salam sang kakek pada ustadz itu. "Wa'alaikumussalaam" jawab si ustad sembari menitikkan air mata. Begitulah sang Kakek yg tak lain jelmaan Nabiyullah Khidir AS dg cara nya membagi ilmu..

    Wallahu'alam bisshowab..

    Jumat, 20 Januari 2017

    Syirik Kecil

    Bismillahir rahmanir rahim

    SYIRIK KECIL 

    http://8tausyiah.blogspot.com/2017/01/syirik-kecil.html

    Barang siapa yang memiliki keyakinan terhadap sesuatu, bahwa sesuatu tersebut menjadi sebab terjadinya suatu hal, namun tidak ada bukti shahih yg menunjukkan baik dari segi ilmiah maupun dalil Syari bahwa sesuatu tersebut menjadi sebab, maka ia terjerumus dalam SYIRIK KECIL.

    Mengapa menisbatkan sebab padahal bukan sebab di kategorikan dalam kesyirikan? 

    Karena orang yang meyakini hal tersebut, telah membuat tandingan bagi Allah dalam menetapkan sebab. Padahal kita yakin bahwa tidaklah suatu hal terjadi melainkan atas izin Allah Ta'ala.Sehingga orang yg menetapkan sebab padahal bukan sebab terjerumus dalam perbuatan syirik kecil. 

    Allah SWT berfirman yg artinya : "Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah."( QS. At- Taghabun."11). 

    Namun perlu di beri catatan, bukan berarti ketika di sebut Syirik baik asghar (kecil) maupun akbar (besar) adalah kejahatan dan kezaliman yg terfatal.dan para Ulama' mengatakan, Syirik kecil itu lebih parah dan bahaya di bandingkan dosa besar seperti berzina, membunuh dan minum khamr. Surga pun di haramkan bagi orang syirik (Musyrik).

    Allah SWT berfirman yg artinya : " Sesungghnya orang yang mempersekutukan ( sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan surga kepadanya, dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang" zhalim itu seorang penolong pun."( Al- Maidah :72).
    SYIRIK adalah dosa yang paling besar, kezhaliman yg paling zhalim dan kemungkaran yang paling mungkar.masuk Neraka.
    NA' UDZU BILLAH

    Rasulullah SAW Sang Pemaaf

    MAAFNYA RASULULLAH SAW, MAMPU MEMBUAT MUSUH YANG AKAN MEMBUNUHNYA, BERAKHIR MENJADI SAUDARA. 

    http://8tausyiah.blogspot.com/2017/01/rasulullah-saw-sang-pemaaf.html
    Seorang lelaki Arab bernama Tsumamah bin Itsal dari Kabilah Al Yamamah pergi ke Madinah dengan tujuan hendak membunuh Nabi Saw. Segala persiapan telah matang, persenjataan sudah disandangnya, dan ia pun sudah memasuki ke kota suci tempat Rasulullah tinggal itu. 

    Dengan semangat meluap-luap ia mencari majlis Rasulullah, langsung didatanginya untuk melaksanakan maksud tujuannya. Tatkala Tsumamah datang, Umar bin Khattab ra. menghadangnya yang melihat gelagat buruk penampilan orang tersebut. 

    Umar bertanya, : 
    • “Apa tujuan kedatanganmu ke Madinah? Bukankah engkau seorang musyrik?” 
    Dengan terang-terangan Tsumamah menjawab, 
    • “Aku datang ke negeri ini hanya untuk membunuh Muhammad!”. 
    Mendengar ucapannya, dengan sigap Umar langsung memberangusnya. Tsumamah tak sanggup melawan Umar yang perkasa, ia tak mampu mengadakan perlawanan. Umar sukses merampas senjatanya dan mengikat tangannya setelah itu dibawa ke masjid. Setelah mengikat Tsumamah di satu tiang masjid, Umar melaporkan kejadian ini kepada Rasulullah Saw. 
    Rasulullah Saw keluar menemui orang yang bermaksud membunuhnya itu. Setibanya di tempat pengikatannya, beliau mengamati wajah Tsumamah, setelah itu berkata kepada para sahabatnya, “Apakah ada di antara kalian yang sudah memberinya makan?” 
    Para shahabat Rasul yang ada disitu tentu saja kaget dengan pertanyaan Nabi. Umar yang sejak tadi menunggu perintah Rasulullah untuk membunuh orang ini seakan tak percaya dengan apa yang didengar dari Rasulullah.

    Maka Umar memberanikan diri bertanya, 

    “Apa yang Engkau maksud wahai Rasulullah? Orang ini datang kesini ingin membunuh bukan ingin masuk Islam!”

    Namun Rasulullah tak menghiraukan sanggahan Umar. Beliau berkata, “Tolong ambilkan segelas susu dari rumahku, dan buka tali pengikat orang itu”.

    Walaupun merasa heran, Umar mematuhi perintah Rasulullah. Setelah memberi minum Tsumamah, Rasulullah dengan sopan berkata kepadanya, “Ucapkanlah Laa ilaha illa-llah (Tiada Tuhan selain Allah).” Si musyrik itu menjawab dengan ketus, “Aku tak akan mengucapkannya!”

    Rasulullah membujuk lagi, “Katakanlah, Aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muhammad itu Rasul Allah.” Namun Tsumamah tetap berkata dengan nada keras, “Aku tak akan mengucapkannya!”

    Para sahabat Rasul yang turut menyaksikan tentu aja menjadi geram terhadap orang yang tak tahu untung itu, akan tetapi Rasulullah malah membebaskan dan menyuruhnya pergi. Tsumamah yang musyrik itu bangkit seolah-olah hendak pulang ke negerinya. akan tetapi belum berapa jauh dari masjid, dia kembali kepada Rasulullah dengan wajah ramah berseri. Ia berkata, “Ya Rasulullah, aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan engkau Muhammad..yaitu Rasul Allah“.

    http://8tausyiah.blogspot.com/2017/01/rasulullah-saw-sang-pemaaf.html

    Rasulullah tersenyum dan bertanya, “Mengapa engkau tak mengucapkannya saat aku memerintahkan kepadamu?” Tsumamah menjawab, “Aku tak mengucapkannya saat masih belum kau bebaskan karena khawatir ada yang menganggap aku masuk Islam karena takut kepadamu. Namun setelah engkau bebaskan, aku masuk Islam semata-mata karena mengharap keredhaan Allah Robbul Alamin.”

    Di suatu kesempatan, Tsumamah bin Itsal berkata, “saat aku memasuki kota Madinah, tiada yang lebih kubenci dari Muhammad. akan tetapi setelah aku meninggalkan kota itu, tiada seorang pun di muka bumi yang lebih kucintai selain Muhammad Rasulullah.” Salam ’alaika ya Rasulullah…… “Ya Allah berikanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Agung.

    Dan berikanlah karunia kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah membagikan karunia kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha agung”.

    والله اعلم بالصواب

    Hakikat Kehilangan

    HAKIKAT KEHILANGAN 

    http://8tausyiah.blogspot.com/2017/01/hakikat-kehilangan.html

     

    Kadang kita sering kali mengalami kehilangan dialam dunia dalam kehidupan ini, bisa berupa kehilangan harta benda, jabatan, tahta, kehilangan pekerjaaan dan kehilangan orang kita cintai. 

    Kadang kita sering mempertanyakan kenapa? Tidak jarang sering kita lihat pasangan yg saling cinta mencintai harus terpisah dengan cara yg sangat mengharukan. Misal Pasangan yg sudah prepare resepsi pernikahannya , baik lahir maupun batin, undangan sudah disebar, catering sudah dibayar , gedung sudah dilunasi dan restu kedua orang tua sudah didapat. 

    Tinggal menununggu hari H. 

    Tapi Allah punya kehendak lain, takdir menda-hului semua itu. Calon penganten wanita dipanggil oleh Nya, tepat 2 hari sebelum Resepsi Pernikahannya. Tak terperikan perasaan calon penganten laki" bagaimana hatinya tdk hancur, rasa perih kehilangan orang yg sangat dicintainya yg tdk pernah terlintas olehnya. Baik dialam nyata atau mimpi sekalipun harus bwrpisah raga. Bayangkan seseorang yg menjadi : 
    • PUJAAN HATINYA.. BELAHAN HATINYA.. SEPARUH NAFASNYA.. SEPARUH NYAWANYA.. DARAH DALAM TUBUHNYA.. PENYEMANGAT HIDUPNYA... KINI TINGGAL JASAD, BISU DIAM TERPAKU. 
    Hilang semua keindahan dari orang yg dicintainya, senyuman manisnya dan tatapan indah mempesona sirna sudah. Sekarang cuma jasad pucat tak berdarah. Kita kemudian mempertanyakan kpd Allah kenapa harus saya yg mengalami. Kenapa sekarang dan kenapa tidak nanti dan seribu macam kenapa...

    Hanya Allah yg tahu karena dia pemilik dan penguasa alam semesta ini. Termasuk nyawa kita juga hanya titipan belaka. Bisa saja sedetik kemudian akan diambil kembali. 

    Astagfirulloh...Astagfirullah..Astagfirullah.. Jika kita sadari hakikat kehilangan tersebut sesungguhnya Allah sangat sayang kepada hambanya. Agar dengan kehilangan tersebut kita disadarkan akan : 
    • 💖Ada zhat yg lebih berhak untuk kita cintai melebihi apapun.
    • 💖 Ada Zhat yg harus kita takutkan jika kita ditinggalkan oleh Nya.
    • 💖 Ada Zhat yg seharusnya kita abdikan diri di siang dan malam. 
    • 💖 Ada Zhat yg nama Nya harus selalu membasahi bibir kita. Dalam setiap hembusan nafas, dalam tiap detak jantung dan tiap denyut nadi. 
    Dialah Allah Azza Wa Jalla. Pemilik alam semesta yg menggenggam jiwaku dan jiwamu. Jadi kehilangan harta benda, jabatan, orang terkasih hakikatnya adalah ujian karena Allah sangat, sangat dan sangat mencintai hamba" Nya dan Allah ingin menguji hamba" Nya mana yg benar" bertaqwa kepadanya. Dengan kehilangan tersebut Allah ingin kita mendekat kepada Nya. 
     
    Kembali kejalan lurus Nya. Memohon kepada Nya dengan do'a" panjang dibarengi rintihan dan air mata penye-salan dan Taubat Nasuha. Terkadang seorang Muslim apabila ditimpa dengan musibah dan kesusahan, ia sanggup bersabar. Namun, begitu diberi kenikmatan yang berlebih, terkadang ia tidak bisa lulus dari ujian tersebut. ‘Abdurrahmân bin ‘Auf Radhiyallahu anhu pernah berkata:
    •  ابْتُلِينَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالضَّرَّاءِ فَصَبَرْنَا ثُمَّ ابْتُلِينَا بِالسَّرَّاءِ بَعْدَهُ فَلَمْ نَصْبِرْKami diuji dengan kesusahan-kesusahan (ketika) bersama Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kami dapat bersabar. Kemudian kami diuji dengan kesenangan-kesenangan setelah beliau wafat dan kami pun tidak dapat bersabar. [ HR. at-Tirmidzi no. 2464 (Hadits hasan. Shahih wa Dha’îf Sunan at-Tirmidzi V/464 Ujian Adalah Rahmat (kasih sayang) dari Allâh Azza Wa Jalla yang diberikan kpd hamba" Nya. 
    •  Allâh Azza wa Jalla berfirman: وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْDan sesungguhnya kami benar-benar akan menguji kamu agar kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan yang bersabar di antara kamu, dan agar kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu [Muhammad/47:31] 
    • Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda: إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُSesungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian. Sesungguhnya, apabila Allâh mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang ridha dengan ujian itu, maka ia akan mendapat keridhaan-Nya. Siapa yang membencinya maka ia akan mendapatkan kemurkaan-Nya. [HR. at-Tirmidzi no. 2396 dan Ibnu Mâjah no. 4031 (Ash-Shahîhah no. 146)]. 
    Barakallah....Semoga Bermanfaat bagi kita semua Aamiin Yarobbal alamin