Sabtu, 28 Januari 2017

Renungan Untuk Kaum Wanita Zaman Sekarang, Maaf Kalau Tersinggung, Cuma mengingatkan

Renungan Untuk Kaum Wanita Zaman Sekarang, Maaf Kalau Tersinggung, Cuma mengingatkan 

 

 - Di bawah ini adalah sebuah renungan yang sangat bagus khususnya untuk kaum wanita. Silahkan baca baik-baik, dan maaf kalau ini membuat anda merasa tersinggung.

Ma’af Kalau Tersinggung, cuma mengingatkan.

TAK TAU MALU
Itulah fenomena tanda tanda akhir zaman yang makin nyata sekarang ini
Tak ada rasa malu, tak ada rasa berdosa.
Semuanya berjalan nampak biasa saja.
Mengaku Islam agamanya.
Mengaku Allah adalah tuhannya.
Mengaku Al-Qur’an pedoman hidupnya.
Mengaku Muhammad adalah nabinya.

Tapi sayang pengakuan imannya hanya berhenti di lisan semata. Tak sampai pada dinding hatinya terlebih ruang hati terdalam. Tak nampak dari perbuatannya yang ada justru prilaku seperti tak ber-Tuhan.

Miris melihat insan bernama wanita. Berjalan berlenggok dengan aurat terbuka. Cengar – cengir mempertontonkan tubuh mengundang syahwat durjana. Mengadu tubuh seksi antara satu dan lainnya.

Semakin kecil pakaian semakin seksi katanya semakin sempit semakin aduhai katanya semakin ketat semakin sempurna katanya Bangga sama tubuhnya tapi dikufuri dengan mengumbarnya kemana-mana. Dinasehati malah nyinyir “jangan sok suci”. Pakaian tak masalah katanya yang penting hati..

Katanya mau ke Syurga tapi merasa benar sendiri.. padahal, di syurga tak ada wanita seperti ini. Boro-boro ke syurga, mencium wanginya saja tak bisa dinikmati. Ada juga wanita dengan kerudung modis Kerudung berjambul kayak punuk onta. Sadis!

Berkerudung Sesuai syariat katanya, bikin miris Jilbab panjang dikatakan kuno gak necis. Begini, Jilbab sesuai tuntunan jaman.

Tragis! Beribadah itu butuh ilmu Gak asal pake dengan tafsir sendiri Dikasih tau sama yang faham, belagu Tetap pilih punuk onta katanya biar percaya diri Begitulah fenomena jaman sekarang Iman tergerus dengan barang dagangan Yang penting keren ikut ke barat-baratan Udah lupa ama perintah Tuhan.

Maksiat terbentang jadi biasa Yang nentang malah dibilang Islam-Islaman Dituduh Islam Aliran Begitulah, Yang salah dibenarkan Yang benar disalahkan

Namun tak sedikit yang tetap bertahan Pada ajaran yang tertuang dalam Al-qur’an Berpakaian iman, berjilbab panjang Meski kadang datang cibiran “ih, itu Islam apaan??” “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat :

[1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan
[2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring.

Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Astagfirullah…. Ya Allah, Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat.

Heboh !!! Cowok 18 Tahun Nikahi Janda Lima Anak.. Pas Malam Pertama Malah Jadi Gini

Heboh !!! Cowok 18 Tahun Nikahi Janda Lima Anak.. Pas Malam Pertama Malah Jadi Gini 

 

Redaksi 8 - Cinta itu buta memang apa adanya. Kalau sudah cinta, segala perbedaan bisa diterima dan dimaklumi. Termasuk juga cinta beda usia.

Seperti cinta sepasang kekasih asal Kuala Penyu, Sabah, Malaysia ini contohnya. Mereka baru saja meresmikan biduk cinta mereka dalam tali pernikahan Selasa lalu, 23 Agustus 2016, di Masjid Daerah Beaufort.

Pasangan ini sempat sangat viral dan membuat banyak orang kagum. Wajar saja, pengantin pria yang bernama Mohd Sufie Matalin masih berusia 18 tahun ketika menikahi Dayang Sopiah Gusti yang berusia 42 tahun.

Selain itu, pengantin wanita ini ternyata berstatus janda dengan anak lima. Tentu saja menikah adalah sebuah niat baik, hal inilah yang membuat kedua orangtua Sufie merestui niat baik anaknya tersebut. Menurut Matalin, ayah Sufie, dia dan istrinya sempat kaget dengan niat anaknya hendak menikahi seorang janda beranak lima.

Tapi ia dan istri, Janawiyah Ocat (46), tetap merestui pernikahan anaknya tersebut. "Pada mulanya saya terkejut sebab dia pilih wanita lebih tua, tapi bila pikir balik saya dan istri tidak masalah.

Kami gembira dan merestui perkawinan mereka, asalkan tidak buat perkara-perkara yang tak betul," kata Matalin seperti dilansir brilio.net dari Bharian, Sabtu (27/8), "Pagi tadi Sufie datang ke rumah, saya pesan kepadanya sekarang dia bukan lagi bujang, tetapi sudah ada tanggung jawab sebagai suami dan bapak kepada lima anak tiri, perlakukan anak-anak itu seperti anak sendiri," ujarnya. "Saya bilang jangan peduli omongan orang, asalkan tak kacau istri orang sudahlah," katanya bercerita panjang lebar, sambil meminta orang luar tidak 'berkomentar negatif' mengenai perkawinan anaknya, sebaliknya mendoakan untuk kebahagiaan mereka.

Sementara itu, ibu Mohd Sufie, Janawiyah mengaku sudah menanyakan kembali niat anaknya menikahi Dayang Sopiah pagi hari sebelum pernikahan dilangsungkan. "Dia kata pilihannya mantap, saya tanya juga anak-anak Sufie apakah mau menerima dia sebagai bapak, mereka kata tidak masalah.

Jadi, kami menerima keputusannya dan berharap mereka berbahagia," katanya yang mengakui mengenali Dayang Sopiah sudah lama kerana menantunya itu biasa bermain bola tampar di kampungnya. Semoga bahagia dan langgeng ya, Mohd Sufie dan Dayang Sopiah

Jumat, 27 Januari 2017

Di Jamin Nangis Baca Surat Ini....!!!

SEPUCUK SURAT dari IBU dan AYAH 

 

Anakku... ketika aku semakin tua,, aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku suatu ketika aku memecahkan piring, atau menumpahkan sup diatas meja, karena penglihatanku berkurang aku harap kamu tidak memarahiku orang tua itu sensitif,,, selalu merasa bersalah saat kamu berteriak 

Ketika pendengaranku semakin memburuk, dan aku tidak bisa mendengar apa ayang kamu katakan, aku harap kamu tidak memanggilku "Tuli!" mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya Maaf, anakku... aku semakin tua 

Ketika lututku mulai lemah, aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantuku bangun seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil, untuk belajar berjalan aku mohon, jangan bosan denganku 

Ketika aku terus mengulangi apa yang ku katakan, seperti kaset rusak aku harap kamu terus mendengarkan aku tolong jangan mengejekku, atau bosan mendengarkanku apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil dan kamu ingin sebuah balon? kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan. 

Maafkan juga bauku... tercium seperti orang yang sudah tua aku mohon jangan memaksaku untuk mandi tubuhku lemah..... Orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin aku harap aku tidak terlihat kotor bagimu... apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil? aku selalu mengejar-ngejar kamu... karena kamu tidak ingin mandi 

Aku harap kamu bisa bersabar denganku, ketika aku selalu rewel ini semua bagian dari menjadi tua,, kamu akan mengerti ketika kamu tua 

Dan jika kamu memiliki waktu luang, aku harap kita bisa berbicara bahkan untuk beberapa menit aku selalu sendiri sepanjang waktu dan tidak memiliki seorang pun untuk diajak bicara aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan 

Bahkan jika kamu tidak tertarik dengan ceritaku aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil? aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainanmu 

Ketika saatnya tiba... dan aku hanya bisa terbaring, sakit dan sakit aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku MAAF....... kalau aku sengaja mengompol atau membuat berantakan aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku, selama beberapa saat terakhir dalam hidupku aku mungkin tidak akan bertahan lebih lama 

Ketika waktu kematianku datang aku harap kamu memegang tanganku dan memberikanku kekuatan untuk menghadapi kematian dan jangan khawatir, ketika aku bertemu dengan Sang Pencipta aku akan berbisik pada-Nya untuk selalu memberikan berkah padamu karena kamu mencintai, ibu dan ayahmu... 

Terima kasih atas segala perhatianmu, nak... kami mencintaimu dengan kasih yang berlimpah Ibu & Ayah Saya berharap semoga dengan adanya renungan 

SEPUCUK SURAT dari IBU dan AYAH ini dapat menambah rasa cinta dan kasih sayang kita kepada kedua orang tua yang telah membesarkan dan menyayangi kita dari mulai kita berada di alam rahim hingga kita bisa berdiri tegak seperti saat sekarang ini. Share agar bisa bermanfaat untuk teman-teman yang lain nya.? 

Silahkan KLIK&SHARE jika dirasa bermanfaat...

Kamis, 26 Januari 2017

Wow! Masjid Indonesia Ini Punya Kubah Terbesar di Dunia

Wow! Masjid Indonesia Ini Punya Kubah Terbesar di Dunia 

 

Redaksi 8 - Masjid Raya Al-Azham merupakan masjid terbesar dan termegah di Kota Tangerang.
Masjid yang dibangun di atas lahan seluas 2,25 hektar dengan luas bangunan 5.775 meter persegi ini memiliki lahan parkir yang begitu luas hingga 14.000 meter persegi.

Dengan luas sebesar itu, masjid ini mampu menampung sebanyak 15 ribu jemaah, sekaligus mengukuhkan Al-Azham sebagai masjid terbesar di kota Tangerang Pembangunan masjid bergaya Timur Tengah ini ditandai peletakan batu pertama pada 7 Juli 1997 oleh Walikota Tangerang kala itu, Djakaria Machmud.

Proses pembangunan masjid yang menelan dana sebesar Rp28 miliar ini selesai pada 28 Februari 2003, dan diresmikan langsung oleh Menteri Agama RI saat itu, Said Agil Husin Al Munawar. Satu hal yang unik dan khas dari masjid ini adalah kubah besarnya yang tidak ditopang oleh tiang penyangga.

Struktur kubah utama yang terletak di bagian tengah ditopang oleh empat kubah kecil yang berbentuk setengah lingkaran di sekelilingnya. Kubah utama masjid ini diyakini sebagai kubah masjid terbesar di dunia dengan bentangan diameter sepanjang 63 meter.

Di bagian dalam masjid, jemaah dapat melihat 5 kubah berwarna emas dengan hiasan kaligrafi di dalamnya. Kubah yang berjumlah lima mencerminkan kewajiban salat lima waktu dalam Islam. Sementara pada bagian luar terdapat 4 tiang menara yang melambangkan empat tiang ilmu, yakni bahasa Arab, syariah, sejarah dan filsafat. Tinggi menara masjid yang mencapai 30 meter juga menyimbolkan jumlah 30 juz dalam Quran.

Adapula tinggi kuncup menara yang menjulang hingga 6 meter sebagai perlambang rukun iman. Terletak di lokasi strategis, berdekatan dengan pusat pemerintahan dan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Tangerang, masjid yang didesain oleh Guru Besar Ilmu Arsitektur ITB, Slamet Wirasonjaya ini menjadi ikon sekaligus kebanggaan warga Tangerang. Karena kemegahannya,

Masjid Al-Azham sering digunakan sebagai pusat kegiatan seni dan festival keagamaan Islam. Bahkan, masjid ini juga kerap digunakan oleh berbagai rumah produksi sebagai lokasi syuting program-program religi di televisi.

(Sumber: bimasislam.kemenag.go.id)

Rabu, 25 Januari 2017

Para Suami!, Istri-mu Bisa Tampil Cantik Jika Dimodali Dan Dirawat. Yang Setuju, Share yach

Para Suami!, Istri-mu Bisa Tampil Cantik Jika Dimodali Dan Dirawat. Yang Setuju, Share yach 

 

8Tausiyah - Banyak suami yang melirik wanita lain karena menganggap lebih menarik daripada istri di rumah, padahal sesungguhnya setiap wanita bisa tampil cantik dan menarik jika dimodali suami. 

Tak perlu kosmetika dempul tebal bercenti meter di permukaan kulit, justru kecantikan istri bisa muncul dengan perawatan kulit yang konsisten. 

Apalagi jika usia istri sudah di atas 30 tahun, harus ada jadwal perawatan kecantikan untuk mengurangi kerutan, menambah elastisitas kulit. 

Berikut ini beberapa hal yang bisa dimodali suami: 
1. Pijat seluruh tubuh & wajah Minimal berikan istri waktu dan dana untuk melakukan pijat/massage tubuh dan wajah di salon. 

Tidak ada uang? Ya tak masalah, Anda lakukan sendiri pijatan untuk istri! 

Fungsi pijatan ini adalah melancarkan aliran darah yang tersumbat, penyebab wajah kusam dan tak bersinar. Juga untuk memberikan sensasi rileks yang nyaman. 

Jika istri merasa badannya rileks dan segar, peredaran darahnya lancar, ia pun tau suami perhatian padanya, maka ia akan banyak tersenyum untuk suami, suami pun akan melihat istri lebih bersinar dan cantik.

Kisah Suami Istri Ini Sangat Mengharukan, Banyak Yang Menangis Membacanya.. [Kalau tidak ingin menagis Jangan Baca]

Kisah Suami Istri Ini Sangat Mengharukan, Banyak Yang Menangis Membacanya.. [Kalau tidak ingin menagis Jangan Baca]  

 

8Tausiyah - Pada hari pernikahanku, aku menggendong istriku. 
Mobil pengantin berhenti di depan apartment kami. Teman-teman memaksaku menggendong istriku keluar dari mobil. Lalu aku menggendongnya ke rumah kami. Dia tersipu malu-malu. Saat itu, aku adalah seorang pengantin pria yang kuat dan bahagia. 

Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu. Hari-hari berikutnya berjalan biasa. Kami memiliki seorang anak, aku bekerja sebagai pengusaha dan berusaha menghasilkan uang lebih. 

Ketika aset-aset perusahaan meningkat, kasih sayang diantara aku dan istriku seperti mulai menurun. Istriku seorang pegawai pemerintah. Setiap pagi kami pergi bersama dan pulang hampir di waktu yang bersamaan. Anak kami bersekolah di sekolah asrama. Kehidupan pernikahan kami terlihat sangat bahagia, namun kehidupan yang tenang sepertinya lebih mudah terpengaruh oleh perubahan-perubahan yang tak terduga. Lalu Jane datang ke dalam kehidupanku. 

Hari itu hari yang cerah. Aku berdiri di balkon yang luas. Jane memelukku dari belakang. Sekali lagi hatiku seperti terbenam di dalam cintanya. Apartment ini aku belikan untuknya. Lalu Jane berkata, “Kau adalah laki-laki yang pandai memikat wanita.” Kata-katanya tiba-tiba mengingatkan ku pada istriku. 

Ketika kami baru menikah, istriku berkata “Laki-laki sepertimu, ketika sukses nanti, akan memikat banyak wanita.” 

Memikirkan hal ini, aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu, aku telah mengkhianati istriku. Aku menyampingkan tangan Jane dan berkata, “Kamu perlu memilih beberapa furnitur, ok? Ada yang perlu aku lakukan di perusahaan.” Dia terlihat tidak senang, karena aku telah berjanji akan menemaninya melihat-lihat furnitur. Sesaat, pikiran untuk bercerai menjadi semakin jelas walaupun sebelumnya tampak mustahil. 

Bagaimanapun juga, akan sulit untuk mengatakannya pada istriku. Tidak peduli selembut apapun aku mengatakannya, dia akan sangat terluka. Sejujurnya, dia adalah seorang istri yang baik. Setiap malam, dia selalu sibuk menyiapkan makan malam. 

Aku duduk di depan televisi. Makan malam akan segera tersedia. Kemudian kami menonton TV bersama. Hal ini sebelumnya merupakan hiburan bagiku. Suatu hari aku bertanya pada istriku dengan bercanda, “Kalau misalnya kita bercerai, apa yang akan kamu lakukan?” 

Dia menatapku beberapa saat tanpa berkata apapun. Kelihatannya dia seorang yang percaya bahwa perceraian tidak akan datang padanya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksinya ketika nanti dia tahu bahwa aku serius tentang ini. 

Ketika istriku datang ke kantorku, Jane langsung pegi keluar. Hampir semua pegawai melihat istriku dengan pandangan simpatik dan mencoba menyembunyikan apa yang sedang terjadi ketika berbicara dengannya. Istriku seperti mendapat sedikit petunjuk. Dia tersenyum dengan lembut kepada bawahan-bawahanku. Tapi aku melihat ada perasaan luka di matanya. Sekali lagi, Jane berkata padaku, “Sayang, ceraikan dia, ok? Lalu kita akan hidup bersama.” 

Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak bisa ragu-ragu lagi. Ketika aku pulang malam itu, istriku sedang menyiapkan makan malam. Aku menggemgam tangannya dan berkata, “Ada yang ingin aku bicarakan.”

Dia kemudian duduk dan makan dalam diam. Lagi, aku melihat perasaan luka dari matanya. Tiba-tiba aku tidak bisa membuka mulutku. Tapi aku harus tetap mengatakan ini pada istriku. Aku ingin bercerai. Aku memulai pembicaraan dengan tenang. 

Dia seperti tidak terganggu dengan kata-kataku, sebaliknya malah bertanya dengan lembut, “Kenapa?” Aku menghindari pertanyaannya. Hal ini membuatnya marah. Dia melempar sumpit dan berteriak padaku, “Kamu bukan seorang pria!” 

Malam itu, kami tidak saling bicara. Dia menangis. Aku tahu, dia ingin mencari tahu apa yang sedang terjadi di dalam pernikahan kami. Tapi aku sulit memberikannya jawaban yang memuaskan, bahwa hatiku telah memilih Jane. Aku tidak mencintainya lagi. Aku hanya mengasihaninya! Dengan perasaan bersalah, aku membuat perjanjian perceraian yang menyatakan bahwa istriku bisa memiliki rumah kami, mobil kami dan 30% aset perusahaanku. Dia melirik surat itu dan kemudian merobek-robeknya. 

Wanita yang telah menghabiskan 10 tahun hidupnya denganku telah menjadi seorang yang asing bagiku. Aku menyesal karena telah menyia-nyiakan waktu, daya dan tenaganya tapi aku tidak bisa menarik kembali apa yang telah aku katakan karena aku sangat mencintai Jane. 

Akhirnya istriku menangis dengan keras di depanku, yang telah aku perkirakan sebelumnya. Bagiku, tangisannya adalah semacam pelepasan. Pikiran tentang perceraian yang telah memenuhi diriku selama beberapa minggu belakangan, sekarang menjadi tampak tegas dan jelas. Hari berikutnya, aku pulang terlambat dan melihat istriku menulis sesuatu di meja makan. Aku tidak makan malam, tapi langsung tidur dan tertidur dengan cepat karena telah seharian bersama Jane. 

Ketika aku terbangun, istriku masih disana, menulis. Aku tidak mempedulikannya dan langsung kembali tidur. Paginya, dia menyerahkan syarat perceraiannya: Dia tidak menginginkan apapun dariku, hanya menginginkan perhatian selama sebulan sebelum perceraian. 

Dia meminta dalam 1 bulan itu kami berdua harus berusaha hidup sebiasa mungkin. Alasannya sederhana : Anak kami

Selasa, 24 Januari 2017

Apakah Kamu Merasa Mendapat Ujian Paling Berat dari Allah Saat Berumah Tangga ? Baca ini! |

Apakah Kamu Merasa Mendapat Ujian Paling Berat dari Allah Saat Berumah Tangga ? Baca ini! |

 

8 tausiyah - Saat rumah tangga kita diuji bukankah lebih baik kita saling memahami Sebuah bangunan rumah tangga, kita cita-citakan berjalan dengan baik dan harmonis. 

Mendapatkan anugerah keturunan yang sholeh dan sholihah, serta berkecukupan biaya hidup. Tak ada prahara dan masalah mendera hingga kakek nenek. 

Namun manusia hanya bisa berusaha, karena tak selamanya kita akan hidup di bawah kebahagiaan dan kecukupan. Ada saatnya hidup kita terasa begitu perih dan menyakitkan. Begitu pula dalam hidup berumah tangga. Ada saatnya seorang istri berselisih paham dengan suaminya. Ada saatnya sebuah keluarga mengalami masa yang begitu menyulitkan. 

Karena kehidupan kita bukanlah berdasarkan cerita fiktif atau dongeng Cinderella. Saat ini kita hidup di dunia nyata. Di mana para Nabi dan Rasul serta Para Shahabiyah pun mengarungi rumah tangganya dengan penuh ujian. 

Ingatkah kita pada kisah nabi Luth yang diuji dengan istrinya yang durhaka?
Ingatkah kita pada kisah nabi Zakaria dan istrinya yang diuji dengan belum memiliki buah hati puluhan tahun? Atau ingatkah kita pada kisah nabi Ayyub yang diuji dengan habisnya hartanya? Lalu bagaimana dengan kisah Asiyah yang Allah uji dengan suami sekejam Fir’aun? 

Dan, ingatkah kita pada kisah Fatimah yang diuji dengan kehidupan yang Faqir? Benarkah ujian kita lebih berat dari mereka? Bukankah dunia ini memang tempat untuk diuji? Jika kita lihat lebih luas, ada banyak kisah rumah tangga yang lebih menyayat hati dibandingkan dengan ujian rumah tangga kita. Ada yang baru 9 bulan menikah sang suami harus pergi menghadap Sang Pencipta, padahal rona-rona cinta baru saja bermekaran. Ada yang belasan tahun bersabar terhadap suaminya yang tak pernah menafkahi secara lahir dan batin, sehingga si istri harus kerja keras banting tulang demi menghidupi anak-anaknya. 

Ada yang memiliki suami yang baik dan anak-anak yang lucu, namun harus melewati hari-hari penuh perjuangan agar tetap ada atap untuk berteduh dan ada makanan untuk anak-anaknya. 

Ada pula yang diuji dengan suaminya yang sakit parah, dan si istri selain berusaha mencari penghasilan juga harus merawat suami dan anak. 

Setiap orang akan diuji sesuai dengan tingkat keimanannya. Ingatlah, bukan hanya rumah tangga kita yang sedang diuji. Tapi, masih ada jutaan manusia yang sedang diuji pula dengan kehidupan rumah tangganya. Maka bersyukurlah, barangkali kisah hidup kita lebih baik dari kisah hidup orang lain.